Entri Populer

Thursday, 12 March 2015

Ketika hati harus terbagi

Aku punya teman yang sudah seperti adik sendiri buatku. Aku mengenalnya (mereka tepatnya, ia dan istrinya) karena dulu kami bekerja di perusahaan yang sama.
Ga bisa dipungkiri, sebagai seorang HR di retail company aku banyak bergaul dengan anak-anak (karyawan/i) yang usianya masih sangat muda. Mereka semua adalah orang-orang muda yang bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup.
Adalah dia, yang aku juluki sibesaaarrr. Iyah, besar. Karena perawakannya tinggi besar. Aku rasa aku cukup dekat dengannya. Kami biasa bercerita tentang apa saja. Termasuk hubungannya dengan kekasihnya yang sudah cukup lama.
Suatu masa, ia meminta pertolonganku untuk memasukkan pacarnya tsb kerja di perusahaan tempat kami bekerja. Singkat kata, dia masuk dan bekerja di divisi lain di perusahaan itu. Semua berjalan baik-baik saja. Mereka menikah, aku datang. Waktu aku menikah, mereka berdua datang jauh2 dari Medan ke Siantar. Malah kami sempat fotoan di pelaminan.
Sampai suatu ketika, tepatnya beberapa hari yang lalu, istrinya meneleponku. Satu kalimat yang ia katakan, "Mba, dia selingkuh".
Kamu tau besaarrr.. Aku kaget. Aku shock. Aku sedih luar biasa. Aku sampai ga bisa berkata apapun. Dan aku kecewa.

Kamu, yang aku kira laki2 penyayang ternyata tidak. Kamu  yang aku kira laki2 pelindung, ternyata tidak. Kamu, yang aku kira laki2 baik, ternyata tidak. Dan ternyata betul, rambut boleh sama hitam, tapi hati siapa yang tahu.

Aku hanya ingin katakan,
Ketika hati harus terbagi, kamu hanya punya 2 pilihan. Pilih istrimu atau perempuan itu. Tidak ada yang lain.

Dan buatnya,ibu dari anakmu Azzam. Yakinlah, badai pasti berlalu. Akan ada pelangi setelah hujan dan badai ini berlalu. Cukup bersabar, berserah dan berdoa. Tuhan hanya sejauh doa2mu.

Buatmu perempuan simpanan, yakinlah bahwa dia, laki2 yang kau rebut itu, tidak sepenuhnya mencintaimu. Jika dia bisa menduakan istrinya demi engkau, bukan tidak mungkin suatu saat dia pun bisa melakukan hal yang sama padamu.

Besaaarrr, berdoalah. Sholatnya. Tahajudlah. Jadilah imam yang benar bagi keluargamu, juga bagi Tuhanmu. Ketahuilah, tak ada kata terlambat untuk bertaubat. Jika Tuhan mampu memaafkan, tentu istri dan anakmu pun pasti bisa memaafkanmu asal engkau tulus dan sungguh2.

Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian. Aku berdoa dari jauh buat Azzam, supaya Azzam selalu bahagia melihat papa dan mamanya bahagia.

Amin. :)

Saturday, 7 March 2015

7 Maret 2015

Happy birthday honey..
Hari ini terasa beda. Iyah beda, soalnya suamiku, laki2 kesayanganku, papanya anakku, sedang berulang tahun yang ke 33.
33 itu bukan angka kecil. Hampir 3 tahun hidup bersama, rasanya ada banyak sukacita yang kami bagi bersama.
Harapanku, sebagai istri, semoga suamiku selalu dalam lindungan Tuhan. Kemanapun ia melangkah, aku yakin Tuhan akan selalu menjaganya. Tuhan juga yang akan memberi kekuatan dan kemampuan agar ia bisa menjadi imam yang baik di keluarga kecil kami ini.

Papa, sehat2 yah.. Sehat lahir dan batin. Doa mama selau yang terbaik buat papa. Semangat terus dalam bekerja. Yakinlah, jika tahun ini apa yang dicita-citakan belum bisa diraih, tentunya Tuhan sedang menyiapkan yang lebih baik buat papa. Jangan kuatir akan apapun, tangan Tuhan selalu tersedia buat kita. Telinga Tuhan selalu ada bagi doa-doa kita. Tetap jadi panutam mama yah pa..

Oia, belajar untuk mengalahkan 'rasa kantuk' yang selalu jadi musuh mama itu dooong. Oke oke oke? Dan satu lagi, ikhlaskanlah hatimu untuk menerima keisengan mama soal gelitikin papa, ^_^

Happy birthday kesayangan. Mama dan Juan sayang papa. Tuhan memberkati keluarga kecil kita.