Entri Populer

Sunday, 9 October 2011

Sepuluh hari setelah hari itu...

Aku masih 'jetlag' dengan kejadian itu.. Antara percaya dan tidak percaya, antara mimpi dan kenyataan. 
Sudah 10 hari sejak hari itu, tapi masih sulit untuk melupakan. Mungkin masih terlalu cepat juga untuk dilupakan. 
Kemarin, 8 Oktober 2011, harusnya hari dimana aku dan dia bertunangan (=martumpol). 

Tiap hari, kamu masih 'setia' sms aku. Sekedar bilang selamat pagi, atau mengatakan betapa hancurnya perasaanmu. Hal yang dulu,waktu kita masih sama-sama, sangat jarang kamu lakukan. See? Kemana kamu dulu..
"aku tak ingin melewati hari ini, melihat semua undangan itu hanya akan menjadi sampah" >> itu isi smsmu. Sepertinya itu tidak perlu kamu ungkapkan, karena aku terlebih dahulu mengalami itu. 1000 pcs undangan adat + 500 pcs undangan nasional. 500 pcs souvenir bertuliskan nama kita berdua. 2 kebaya, satu untuk wedding, satu untuk tunangan. 1 songket tenun Palembang + 1 sarung batik solo. 1 sepatu motif kebaya, dll. Mau dikemanain yah? 

Kemarin, 8 Oktober 2011, aku bangun tidur dengan perasaan yang tidak menentu. Untung ada mama disini. Dia sengaja datang hanya untuk menemaniku melewati hari itu. Bahagia punya orangtua sebaik mama+papaku. Rasanya aku ga ingin bangun, rasanya ingin tidur terus, sampai ketemu hari berikutnya. Tapi aku sadar, itu tidak akan mungkin. Dan aku pun memilih untuk berdamai dengan 8 Oktober 2011. Aku bangun, dan berharap semoga hari itu bisa happy, meski dalam hati terasa sakit. akibatnya, seperti hari-hari sebelumnya, reaksi fisik terhadap stress yang luar biasa.. sensorik motor pun tak berjalan beriringan. ada aja penyakit yang tiba-tiba muncul. tapi itulah resikonya.. Mau ga mau, harus aku jalani.

Dan hari ini, perasaanku masih tetap sama, tetap tidak menentu. Masih bingung, masih kecewa, dan parahnya, tidak percaya dengan laki-laki. Kata papa beberapa hari yang lalu, 'jangan gitu, ga semua laki-laki begitu kan?' Iyah sih, bener. tapi untuk saat ini, itulah yang aku rasakan. Aku tidak dapat membohonginya.
Even ada laki-laki lain saat ini yang sedang berusaha mendekatiku, bagiku tidak penting. Aku tidak punya keinginan untuk sekedar say hi, or ketemu.. Aku tidak membiarkannya menjemputku, mengajakku dinner atau apalah namanya.. 

Perasaan itu sudah mati. Semoga hanya mati suri.. 


Aaaaahhhhh.... Aku tidak suka dengan semua ini. Aku benci dan aku menolak diperlakukan seperti ini. Tapi, inilah hidup. Toh semua sudah terjadi, semua sudah lewat. Aku hanya perlu menyiapkan hati untuk menghadapi apa yang ada di depanku.
Semoga aku kuat, semoga aku mampu. 

Dan ketika aku sudah mengatakan tidak, tidak akan mungkin berubah menjadi iya. Tolong pahami itu..
Dan sepuluh hari sejak hari itu, hati dan perasaanku masih sakit.. Entah sampai kapan, aku harus begini..
Satu yang pasti dan selalu aku yakini, semua hal yang terjadi dihidupku, hal baik atau buruk, pasti ada alasannya..
Dia akan menyediakan berpuluh-puluh kali lebih baik, untuk mengobati kekecewaanku..
Hanya perlu menunggu.. Iman akan membuktikan..

No comments:

Post a Comment