Rasanya ingin teriak, ingin memaki, ingin datang menemuimu dan marah semarah-marahnya.. Tapi, hanya satu pesan yang aku ingat, 'kalau bisa, kamu tidak usah bertemu dengan dia lagi.' Mungkin kalau ga ingat pesan itu, apapun bakal aku lakuin, untuk membuktikan padamu, bahwa tuduhanmu yang mengatakan aku bersalah itu adalah salah besar.
Diamku bukan berarti aku mengakui aku salah. Semua pesanmu baik online dan di inbox, tidak akan pernah aku gubris lagi. Silakan bersikap sesukamu, silakan marah sesukamu, silakan bereaksi seenak hatimu. Itu hakmu. Dan hakku, adalah untuk tidak merespon itu semua.
Hidupku terlalu berharga untuk kuhabiskan dengan memikirkan semua kenangan tentangmu. Tidak akan pernah lagi. Mungkin benar, semua tentangmu tidak akan pernah hilang dari ingatanku, tapi aku bisa pastikan, semua kisah tentangmu sudah aku simpan, tidak akan pernah aku buka kembali.
Sikapmu tidak mencerminkan gelarmu. Sikapmu tidak mencerminkan 'kehebatan'mu. Sikapmu, tidak mencerminkan apapun. NOL besar.
ternyata benar, jabatan,gelar tidak menjamin apapun. sama sekali tidak. Dan aku kecewa dengan kelakuanmu.
Seberapa pantas, seorang seperti dirimu, mengungkapkan kemarahan di jejaring sosial? Apa tujuanmu?
Sekedar mengekspresikan kemarahankah? atau apa?
Atau kau sedang mencari sensasi dan dukungan? Dukungan dan simpati dari orang-orang yang mengagumi dan bangga akan dirimu?
Jika benar kau mengerti apa itu "Kasih" yang selalu kau kabarkan kepada semua orang, lalu apa yang sudah kau tuliskan itu, sehingga semua mata mengarah kepadamu?
Siapa yang hina? Siapa yang berdosa? Siapa yang penuh dengan aib?
Terkecuali Tuhan, kau tak pantas menghakimi siapapun..
Aku bukan dirimu. Aku manusia seutuhnya, yang penuh dengan kekurangan dan kelebihan. Dan aku bukan dirimu, yang sepertinya manusia setengah dewa atau malaikat.
Dan aku, tidak akan pernah menuliskan apapun disitu, bukan karena aku takut, tapi hanya karena satu hal, karena aku,bukan dirimu..
Ketahuilah, tak kan pernah ada dendam, itu janjiku dari awal, dan itu pintaku pada Tuhan. Apapun yang terjadi, sudah digariskan olehNya. Setiap kesalahan, pasti bisa diampuni, setiap noda pasti akan tertutup oleh kebaikan dan keinginan untuk berubah kearah yang lebih baik dan setiap asa yang diiringi doa, pasti akan berbuah manis.
Terimakasih, karena akhirnya mengajarkanku satu hal, bahwa ternyata benar, Kau tak pantas buatku..
Reaksimu menunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya.. :)
No comments:
Post a Comment